6 Kiat Praktis untuk Menjadi Public Speaker yang Efektif

Pernahkah kamu mengalami demam panggung? Mungkin saat kuliah, kamu gugup ketika harus maju ke depan untuk mempresentasikan hasil riset atau tugas akhir. Mungkin kamu pernah rapat di perusahaan, mempresentasikan produk ke investor dan klien potensial, lalu frustrasi gara-gara hadirin tidak mendengarkan ucapanmu. Atau kamu diminta menjadi narasumber di sebuah event, tapi penampilanmu tidak berjalan sesuai harapan.

Semakin sering kamu tampil di depan umum, demam panggung berangsur-angsur bisa hilang dari dirimu. Tapi untuk menjadi pembicara yang efektif, terbiasa saja tidak cukup. Kamu juga harus tahu bagaimana caranya tampil dengan benar sehingga audiens mau mendengarkanmu. Berikut ini kiat-kiat yang bisa kamu terapkan.

Jangan takut gagal

Gugup itu biasa dan tidak perlu kamu cemaskan. Bila kamu mulai merasakan tanda kegugupan (keringat dingin, gemetar, dsb), yang harus kamu lakukan adalah mengubahnya menjadi energi. Simon Sinek, salah satu pembicara populer di TED, menyarankan untuk berkata ke diri sendiri dengan suara keras, “Saya tidak gugup, saya bersemangat!” Lakukan sebelum tampil di muka umum, dan rasakan bagaimana kata-kata dapat mengubah pikiranmu.

Rasa gugup umumnya muncul dari rasa takut akan kegagalan. Kegagalan di muka umum bisa memunculkan rasa malu, dan manusia sangat tidak suka merasa malu. Yakinkan dirimu sendiri bahwa gagal itu tidak apa-apa. Tidak apa-apa bila penampilanmu tidak sempurna. Tidak apa-apa bila ada kesalahan saat kamu bicara. Dengan berpikir bahwa gagal itu tidak apa-apa, kamu akan lebih rileks.

Siapkan kerangka materi

Tidak ada yang melarangmu menyontek di atas panggung, kecuali kamu sedang ikut kontes menghafal. Secarik kertas kecil saja bisa sangat bermanfaat untuk mencatat poin-poin penting yang akan kamu bicarakan.
Sontekan yang kamu bawa ketika berbicara di depan umum tidak perlu terlalu tebal. Justru bila kamu terus-menerus membaca catatan, hadirin akan merasa seolah-olah kamu tidak sedang bicara pada mereka. Catatan cukup mencakup topik atau kerangka materi dari awal hingga akhir. Tentukan juga mana poin yang paling penting supaya kamu bisa mengatur waktu dengan efisien.

Bicaralah perlahan
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah pembicara berbicara dengan cepat karena merasa harus menyampaikan semua materi sesegera mungkin. Hal ini justru harus dihindari. Yang harus kamu lakukan bukan bicara cepat, tapi berbicara dengan jelas. Untuk memastikan setiap kata yang keluar dari mulutmu sampai di telinga penonton, berbicaralah dengan perlahan, bahkan lebih lambat dari cara bicaramu yang biasanya.

Kamu juga tidak perlu berbicara terus-menerus tanpa henti. Gunakan sebagian waktu untuk diam dan memberi kesempatan pada para penonton untuk mencerna ucapanmu. Diam sejenak juga bisa membantumu merencanakan topik berikutnya, atau memberi penekanan pada materi yang tengah kamu bahas.

Lakukan kontak mata

Kontak mata dengan hadirin bisa membuat pembicaraanmu terasa lebih personal, sehingga mereka terdorong untuk mendengarkan lebih saksama. Public speaking terasa lebih santai apabila kamu memiliki kenalan di antara para penonton, karena kenalan memberikan rasa aman.
Bila kamu tidak memiliki kenalan seorang pun, maka yang harus kamu lakukan adalah mendapatkan kenalan baru. Berbincanglah dengan orang-orang yang kamu temui sebelum naik ke panggung. Selain membuatmu lebih santai, kamu juga bisa sekaligus networking.

Niatkan untuk memberi
Apa pun materi yang kamu bawakan, selalu niatkan pembicaraanmu untuk memberi manfaat bagi para hadirin. Gaya bicaramu akan berbeda bila kamu tampil dengan niat untuk pamer atau menunjukkan betapa hebatnya dirimu, dibandingkan bila kamu punya niat tulus untuk membantu. Dan percayalah, hadirin bisa merasakannya.

Ucapkan terima kasih
Berbicara adalah sebuah pertunjukan. Bila kamu pernah tampil dalam suatu pertunjukan, kamu pasti tahu bagaimana puasnya berhasil memberikan pertunjukan yang apik kepada para penonton. Ketika kamu berada di atas panggung, sebenarnya kamu dan penonton sedang saling memberi. Kamu memberi hiburan, pelajaran, atau inspirasi, sementara penonton memberikanmu waktu, apresiasi, serta tepuk tangan.

Sudah sewajarnya kita bersyukur apabila menerima sesuatu dari orang lain. Akhiri pembicaraanmu dengan ucapan terima kasih untuk menunjukkan bahwa kamu menghargai para pendengar. Selain itu, berterima kasih juga akan membantumu untuk selalu merasa rendah hati.

Berbicara di depan umum memang susah-susah gampang. Sebaik apa pun kamu mempersiapkan diri, terkadang kamu tetap tidak bisa menghindari kekacauan di atas panggung. Tidak ada komunikasi yang sempurna, dan orang juga tidak mengharapkanmu untuk jadi sempurna. Yang harus kamu lakukan adalah terus memperbaiki diri agar bisa berkomunikasi dengan lebih baik di masa depan.

Sumber: Technasia



Tinggalkan Balasan

X
X