Mengapa Soft Skill Penting Untuk Karier

SOFTSKILL

Soft skill merupakan kemampuan yang tidak tampak dan seringkali berhubungan dengan emosi manusia.  Soft skills memuat komunikasi efektif, berpikir kreatif dan kritis, membangun tim, serta kemampuan lainnya yang terkait kapasitas kepribadian individu. Dari konstraknya, semakin bergerak ke kanan menunjukkan atribut tersebut semakin empirik dan sebaliknya semakin bergerak ke kiri atribut tersebut semakin abstrak. Dilihat dari proses peningkatannya, semakin ke kanan semakin berorientasi pada kegiatan yang langsung dan semakin ke kiri semakin berorientasi pada kegiatan yang tidak langsung. Intervensi yang dapat diberikan dalam meningkatkan soft skills adalah dengan pelatihan atau dengan pembinaan yang intensif. Di sisi lain dapat ditingkatkan dengan kegiatan berfokus pada peningkatan kesadaran diri.

Sukses di dalam sebuah pekerjaan tidak hanya bergantung kepada rasio dan logika individu tetapi juga kapasitas kemanusiannya. Kemampuan yang dimiliki manusia dapat diibaratkan sebagai Gunung Es (Ice Berg). Yang nampak di luar permukaan air ialah kemampuan Hard Skill/ Technical Skill, sedangkan kemampuan yang berada di bawah permukaan air dan memiliki porsi yang paling besar ialah kemampuan Soft Skill.

PENTINGNYA SOFTSKILL

Modal sukses di lapangan pekerjaan sofskill memegang 80% nya. Perlu di ketahui bahwa selain hard skill kita juga membutuhkan soft skill dimana soft skill akan berpengharuh terhadap kualitas individu . Dalam meraih kesuksesan sudah banyak orang yang bisa meraih apa yang dicita-citakannya hanya dengan mengandalkan keterampilan soft skill.

Saat ini kita semakin dihadapkan akan pentingnya soft skill. Banyak kita jumpai kasus-kasus akibat ketidak mampuan seseorang dalam menguasai emosi dan pikirannya, tuntutan organisasi dan perusahaan akan pekerja juga semakin kompleks, oleh karena itu setiap individu harus memiliki nilai tambah untuk dapat bersaing dan mendapatkan kesempatan karier yang gemilang.

Dari uraian diatas dapat kita simpulkan sumber daya manusia yang unggul adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemahiran hard skill saja tetapi juga cekatan dalam aspek soft skill. Ungkapan dan himbauan terkait pentingnya soft skill sudah banyak disampaikan oleh para pakar.

Menurut Berthal (dalam Muqowim, 2012: 5),  soft skills diartikan sebagai perilaku personal dan interpersonal yang mengembangkan dan memaksimalkan kinerja manusia.

Elfindri, dkk (2011: 10) mendefinisikan soft skills sebagai keterampilan hidup yang sangat menentukan keberhasilan seseorang, yang wujudnya antara lain berupa kerja keras, eksekutor, jujur, visioner, dan disiplin. Lebih lanjut Elfindri menjelaskan bahwa soft skills merupakan keterampilan dan kecakapan hidup yang harus dimiliki.

Kaipa dan Milus (2005: 3-6) menyatakan hal yang sama bahwa soft skills adalah kunci untuk meraih kesuksesan, termasuk di dalamnya kepemimpinan, pengambilan keputusan, penyelesaian konflik, komunikasi, kreativitas, kemampuan presentasi, kerendahan hati dan kepercayaan diri, kecerdasan emosional, integritas, komitmen, dan kerjasama.

Seberapa Penting Soft Skills?

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh LinkedIn di awal tahun ini, 57% pemimpin perusahaan—termasuk Sheryl Sandberg dari Facebook dan Eric Schmidt dari Google— percaya bahwa soft skill sekarang ini lebih penting dibandingkan hard skill. Argumennya adalah perusahaan cenderung memilih karyawan yang mungkin secara kemampuan hard skill biasa saja, tapi punya soft skill seperti mau belajar, bekerja keras, mudah bekerjasama, dan passionate di bidangnya. bekerjasama dalam tim dan tak punya kemampuan komunikasi yang bagus. Namun soft skill adalah pengalaman dan kepribadian seseorang yang tak bisa didapat atau diubah begitu saja.

Untuk riset tersebut, LinkedIn pun mensurvei 2.000 pemilik bisnis dan bertanya soft skills apa saja yang mereka cari dari karyawan mereka. Dan berikut ini adalah 4 soft skills yang paling dicari saat ini: Kepemimpinan, Komunikasi, Kolaborasi, Manajemen Waktu,

Melatih soft skills memang tak semudah menguasai hard skills seperti belajar SEO. Soft skills sangat bergantung pada kepribadian setiap orang. Tapi sebetulnya bisa memaksimalkan soft skill tanpa harus mengubah kepribadian dasar. Asah soft skill lain seperti kemampuan berpikir kreatif dan mengatur waktu sehingga bisa berkontribusi kepada tim. Banyak pemimpin yang sebetulnya introvert namun tetap sukses di dunia kerja karena mereka mau membuka dan menempatkan diri secara profesional. So yes, you can be fun and fearless in your own way! 

Sumber : Virmansyah

 

 



Leave a Reply

X
X