Metode Pengembangan Diri

Pengertian Metode Pengembangan Diri

Metode berasal dari bahasa yunani yaitu “methodos” yang mempunyai arti cara atau langkah yang digunakan untuk memahami suatu persoalan yang ada, sedangkan metode pengembangan diri berarti cara atau langkah yang digunakan untuk memahami perkembangan diri dari seorang individu. Pengembangan diri merupakan bentuk perwujudan dari aktualisasi diri, yaitu proses untuk mewujudkan dirinya yang terbaik sejalan dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.

Setiap individu mempunyai kekuatan yang bersumber dari dirinya, namun banyak orang yang merasa tidak mempunyai kemampuan apa-apa, merasa dirinya tidak berguna dan tidak mampu mencapai aktualisasi diri. Setiap orang harus mempunyai 3 keyakinan dasar dalam pengembangan dirinya, yaitu :

1). ia mau berubah,

2). ia harus berubah,

3). ia dapat berubah.

Oleh karena itu pengembangan diri memerlukan kesadaran dan motivasi untuk berubah.

Berkaitan dengan pengembangan diri, kita perlu melakukan pengenalan diri sehingga dapat diperoleh informasi yang lebih akurat dan lengkap tentang kelebihan, kekurangan, kebutuhan, dan keunikan dirinya. Selanjutnya perlu dipikirkan beberapa hal berikut:

Dengan cara bagaimana akan memanfaatkan kekuatan kelebihan ?
Dengan cara bagaimana kekurangan dapat diatasi ?
Peluang apa saja yang dapat digunakan untuk memanfaatkan kelebihan dan mengatasi kekurangan ?
Hambatan apa yang akan dijumpai dalam memanfaatkan kelebihan dan mengatasi kekurangan?
Berkaitan dengan kelebihan dan kekurangan maka yang perlu diperhatikan :

Fokuskan pada kelebihan bukan pada kekurangan.
Sikap terhadap kekurangan :
a). Fokuskan pada kekurangan yang menimbulkan dampak negatif besar dan memang mungkin untuk dirubah.

b). Janganlah merisaukan kekurangan yang memang tidak dapat diubah, imbangilah dengan melihat dan mengembangkan kelebihan anda.

c) .Jangan terlalu merisaukan kekurangan kecil yang tidak berdampak dalam kehidupan anda.

Pengertian Psikologi Positif dalam Kehidupan Sehari-hari

Psikologi positif berkembang dalam 5 tahun terakhir. Pionirnya adalah Martin E.P. Seligman dari Pennsylvania University. Psikologi positif berhubungan dengan penggalian emosi positif, seperti bahagia, kebaikan, humor, cinta, optimis, baik hati, dan sebagainya. Sebelumnya, psikologi lebih banyak membahas hal-hal patologis dan gangguan-gangguan jiwa juga emosi negatif, seperti marah, benci, jijik, cemburu dan sebagainya.

Pada tahun 1988, Martin Seligman yang merupakan Presiden APA (American Psycological Association), seorang psikolog pakar study optimism, mempelopori revolusi dalam bidang psikologi melalui gerakan psikologi positif. Berlawanan dengan psikologi negatif, sains baru ini mengarahkan perhatiannya kepada sisinpositif manusia, mengembangkan potensi-potensi kekuatan dan kebajikan sehingga menghasilkan kehidupan yang membahagiakan.

Psikologi positif berakar pada aliran psikologi humanistic, Abraham Maslow, Carl Rogers dan Erich Fromm, adalah para tokoh psikologi yang humanis yang telah dengan gemilang mengembangkan penelitian , praktek dan teori tentang kebahagiaan atau kehidupan individu yang bersifat positif. Upaya ini kemudian diteruskan dan dikembangkan oleh para ahli psikologi positif untuk menghubungkan hasil kerja para psikolog humanis. Adapun contoh hasil pengembangan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari yaitu: tercapainya kehidupan yang membahagiakan, dengan adanya sikap positif kita dapat bertindak yang positif dan sebagainya.

Sikap Positif dalam Kehidupan Sehari-hari

1). Percaya Diri

Merupakan sikap positif yang harus dimiliki oleh seorang individu, percaya diri akan membuat individu dapat meyakinkan dirinya untuk bertindak, karena dengan percaya diri kita tidak lagi mempunyai perasaan cemas ataupun gelisah. Misalnya, seseorang yang mempunyai wajah yang kurang cantik atau tampan inividu tersebut mempunyai rasa cemas dan gelisah karena dirinya merasa berbeda dengan individu lain, perasaan seperti ini akan muncul dan akan berpengaruh terhadap tindakan seseorang. Dengan adanya sikap positif percaya diri ini akan membantu seorang individu agar dirinya lebih yakin bahwa seorang individu tersebut mampu bertindak tanpa adanya rasa keraguan.

2). Berperasangka Baik (Husnudzan)

Husnudzan atau berperasangka baik adalah sikap positif yang harus di tanamkan kepada seorang individu, dengan adanya sikap husnudzan individu tidak akan ada rasa selisih paham antar satu individu dengan individu lainnya. Misalnya, “Si A berfikir bahwa si B mempunyai sifat yang kurang baik seperti suka membolos ketika jam perkuliahan sedang berlangsung, mempunyai sikap acur terhadap temannya”, sikap ini kurang baik (suudzan), maka sebelum kita berfikir negative terhadap orang lain kita harus terlebih dahulu bersikap husnudzan, Misalnya, “si A ini sebenarnya baik, rajin mengikuti perkuliahan hanya saja mungkin ia keluar kelas pada saat jam perkuliahan sedang berlangsung, karena ada keperluan mendadak”.

3). Introspeksi Diri (Pemahaman Diri)

Introspeksi diri merupakan sikap untuk memaham dirinya sendiri, misalnya “seperti apa sih sebenarnya sikap dan perilaku saya?”. Sikap ini sangat penting untuk dilakukan karena jika kita sudah melakukan instropeksi diri, kita dapat mengetahui apa kekurangan dan kelebihan yang kita miliki. Jika kita mempunyai kekurangan maka kita dapat memperbaiki kekurangan yang ada terhadap diri kita. Sikap positif ini juga dapat membantu individu untuk berperilaku dan bertindak positif, serta bersikap jauh lebih baik dari sebelumnya.

Manfaat Sikap Positif Dalam Kehidupan Sehari-hari

Mengenal Emosi Diri
Maksudnya adalah, kita harus mampu mengenali emosi yang ada pada diri kita, emosi berkaitan dengan perasaan kita seperti rasa cinta, sayang, sedih, senang, gembira, marah dan lain sebagainya. Jika kita mampu mengenali emosi diri kita maka kita sudah mampu mengenali jati diri kita dan tercapai keselarasan.

Mampu Mengelola Emosi
Maksudnya adalah, sebagai individu kita harus mampu mengelola emosi yang ada pada diri kita, emosi adalah perasaan kita yang meliputi rasa cinta, bahagia, sedih, terpuruk, setiap individu mempunyai perasaan tersebut, oleh karena itu kita harus mampu mengelolanya agar tidak timbul sikap ataupun perasaan negative kepada orang lain.

Mampu Memotivasi Diri Sendiri
Motivasi diri sangatlah penting bagi setiap individu, karena dengan adanya motivasi seorang individu akan mambantu meningkatkan semangat yang ada pada diri individu tersebut. Tanpa adanya motivasi seorang individu akan merasa bosan dan bahkan dapat terjadi kebingungan identitas (tidak memahami jati diri), karena tidak mampu mengenali dirinya dan bagaimana karakter yang dimilikinya.

Mengenali Emosi Orang Lain
Maksudnya adalah, setelah kita mampu mengenali emosi yang ada pada diri kita, kita juga harus mampu mengenali emosi yang ada pada orang lain, seperti halnya rasa marah, rasa takut, senang, sedih, kita harus mampu memahami emosi tersebut agar tidak terjadi selisih faham antar satu individu dengan individu lainnya apabila kita sudah memahami perasaan orang lain.

Mampu Membina Hubungan dengan Orang Lain
Maksudnya adalah, sebagai makhluk sosial kita harus mampu membina hubungan yang baik dengan orang lain, karena sebagai makhluk sosial kita tidak mampu hidup sendiri tanpa adanya pertolongan dan bantuan dari orang lain, kita juga harus mampu menyesuaikan diri kita dengan orang lain, seperti halnya kita memahami tentang bagaimana karakteristik individu lain, karena setiap individu mempunyai karakteristik yang berbeda. Untuk mencapai hubungan yang baik maka perlu adanya komunikasi yang baik anara satu individu dengan individu lainnya.

Tujuan Metode Pengembangan Diri dan Sikap Positif dalam Kehidupan Sehari-hari:

1). Tercapainya Kehidupan yang Harmonis, Bahagia, dan Sejahtera

maksudnya adalah dengan kita mempunyai sikap positif, kita dapat mengetahui bagaimana kita harus bersikap atau berperilaku agar tercapai kehidupan yang harmonis, bahagia, dan sejahtera. Mampu bertutur kata sopan dan santun, mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitar dan sebagainya.

2). Mudah Beradaptasi dengan Lingkungan Sekitar

Maksudnya adalah kita dapat menyesuaikan diri kita terhadap sesama individu maupun terhada lingkungan, baik dalam perilaku kita maupun sikap kita sehingga tercapainya keteraturan sosial.

3). Mampu mengetahui dimana kekurangan dan kelebihan yang dimiliki

Maksudnya adalah ketika kita sudah introspeksi terhadap diri sendiri dan kita menyadari bahwa terdapat beberapa kekurangan pada diri kita, kita harus bias menerima kritik dan saran dari orang lain, serta berusaha merubah dan memperbaiki kekurangan yang ada terhadap diri kita.

4). Serta teratur dalam hidup bermasyarakat

Maksudnya adalah dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemukan berbagai problema kehidupan, kita harus mampu menyesuaikan diri kita terhadap lingkungan yang ada di dalam masyarakat ,serta mematuhi nilai dan norma yang ada dalam masyarakat tersebut agar tercapainya keteraturan dan keselarasan dalam hidup bermasyarakat.

KESIMPULAN

Metode berasal dari bahasa yunani yaitu “methodos” yang mempunyai arti cara atau langkah yang digunakan untuk memahami suatu persoalan yang ada, sedangkan metode pengembangan diri berarti cara atau langkah yang digunakan untuk memahami perkembangan diri dari seorang individu. Pengembangan diri merupakan bentuk perwujudan dari aktualisasi diri, yaitu proses untuk mewujudkan dirinya yang terbaik sejalan dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.

Adapun sikap positif yang harus dimiliki oleh seorang individu yaitu:

Percaya Diri
Husnudzan
Introspeksi Diri
Manfaat Sikap Positif dalam Kehidupan Sehari-hari:

Mengenal emosi diri
Mampu mengelola emosi
Mampu memotivasi diri sendiri
Mengenali emosi orang lain

Tujuan Metode Pengembangan Diri dan Sikap Positif dalam Kehidupan Sehari-hari:

Tercapainya kehidupan yang harmonis, bahagia, dan sejahtera
Mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar
Mampu mengetahui dimana kekurangan dan kelebihan yang dimiliki
Serta teratur dalam hidup bermasyarakat

Untuk dapat lebih mendapatkan hasil positif dalam pengembangan diri pribadi dapat mengikuti pelatihan di Sharpen Training

Sumber: essy pratiwi96



Tinggalkan Balasan

X
X