Program Pelatihan Leadership: Melatih Kemampuan Memotivasi

Seorang leader atau pemimpin yang baik adalah dia yang mampu memberikan motivasi anggota timnya untuk menunjukkan kinerja mereka yang maksimal.

Motivasi adalah alasan eksternal, maupun internal yang mendorong kita melakukan sesuatu. Motivasi dari luar biasanya muncul dalam bentuk penghargaan, misalnya uang, ketenaran, penilaian, atau pujian, sedangkan motivasi internal lebih didorong oleh kebutuhan psikologis bawaan kita, seperti kompetensi, kemandirian, atau hal-hal psikologis lainnya.

Pada dasarnya, motivasi internal adalah hal-hal yang membuat kita merasa cakap dalam sesuatu, atau bisa membuat sebuah perbedaan, atau menikmati dalam menentukan arah, tujuan, atau keputusan sendiri, atau juga merasa terhubung dengan orang lain.

Jadi pertanyaannya adalah bagaimana menginspirasi tim Anda agar mereka mampu memotivasi diri mereka masing-masing? Begini langkah-langkahnya.

1. KENALI HAL-HAL YANG DIANGGAP PENTING OLEH ANGGOTA TIM ANDA

Dengan mengenali dan memahami hal-hal yang dianggap penting bagi masing-masing anggota tim, Anda akan lebih tahu bagaimana caranya memunculkan motivasi dari dalam diri masing-masing anggota tim, sesuai peran mereka dalam proyek atau kantor. Ketika sesuatu, entah itu proyek, tugas, atau apapun selaras dengan nilai-nilai inti atau yang dianggap penting bagi seseorang, ini akan menjadi katalisator untuk motivasi lebih lanjut.

2. BERIKAN KEJELASAN ATAS HARAPAN SETIAP ORANG

Sebagai seorang pemimpin, penting bagi Anda untuk tidak terjebak pada pemikiran, bahwa setiap orang harus mampu melakukan segala sesuatu. Lebih baik Anda melakukan pendekatan dengan berpikir setiap anggota tim Anda punya keahliannya sendiri-sendiri. Gunakan hal itu semaksimal mungkin.

Tanyakan kepada tim di awal proyek, apa harapan mereka masing-masing terhadap proyek, sesuai dengan peran mereka, sehingga mereka paham apa yang bisa mereka berikan untuk tim. Beri dukungan atas harapan mereka. Saat tenggat waktu selesai, Anda bersama tim akan dapat menunjukkan hasil kerja yang lebih berkualitas. Percayalah.

3. DUKUNG MEREKA UNTUK MELAKUKAN SWAKELOLA DIRI MEREKA SENDIRI

Dengan berhasil memahami masing-masing individu dalam tim, Anda akan lebih siap untuk memberikan dukungan bagi mereka untuk melakukan swakelola terhadap diri mereka sendiri.

Bingung? Begini, ketika Anda tahu apa yang anggota tim Anda butuhkan untuk tetap merasa termotivasi, Anda akan tahu apa yang mesti Anda ucapkan atau lakukan demi menjaga motivasi itu tetap menyala. Daripada Anda mengatakan kepada mereka, “Ayo, kamu harus terus memotivasi diri agar sukses dalam proyek ini!”, Anda lebih baik menawarkan dukungan, apapun bentuknya.

Dukungan ini hanya bisa Anda berikan dengan tepat kalau Anda tahu dari awal apa yang mereka anggap penting tadi. Ini lebih manusiawi.

4. BERDIALOG DENGAN MEREKA SECARA TERATUR

Kondisikan agar dialog ini mendorong anggota tim Anda mengajukan pertanyaan atau mengungkapkan kekhawatiran mereka dan Anda yang mendengarkan, bukan sebaliknya. Dorong mereka untuk berani mengomunikasikan hal itu.

Dengan strategi ini, perlahan-lahan Anda akan mendorong munculnya kreativitas dalam tim, juga menghilangkan batasan antara apa yang mereka mampu dan tidak mampu kerjakan dalam proyek.

Bicaralah satu lawan satu, juga secara berkelompok, karena jika satu anggota tim mengetahui apa yang memotivasi temannya dalam bekerja, dia juga akan terinspirasi untuk mengerjakan bagiannya. Ini juga akan berguna untuk menjadi pengingat satu sama lain.

Sumber: Presenta

 



Tinggalkan Balasan

X
X